0

Aku Ingin Selalu Mencintaimu

“Pernah ku merasa hidupku sempurna karena dicinta mahluk yang sempurna. Melayang tinggi asa dan harapku, lalu hatiku dibuat mati.”

Dulu, aku adalah orang yang sangat perfeksionis. Ketika aku memulai pencarian akan sesosok pasangan jiwa, begitu banyak kriteria yang aku harapkan. Sosok yang rupawan, cerdas, kaya raya, taat beragama, dan lainnya. Sempurna, itulah sosok yang akan membuatku jatuh cinta kepadanya. Sosok yang bisa kubanggakan, yang membuat teman-temanku akan merasa iri melihatku. Tidak ada tempat di hatiku untuk mereka yang di luar kriteria itu karena aku yakin hanya sosok yang seperti itu lah yang akan membuat hidupku menjadi sempurna.

Pencarianku pun menemui jalannya. Cara yang cukup unik, seorang teman menantangku bertaruh. Temanku mengenal seseorang yang baginya adalah sosok yang sempurna. Tapi, dia tidak beruntung karena tidak mampu mendekatinya meski sudah beberapa kali mencoba. Dia berdalih, sosok ini adalah seseorang yang sangat ‘mahal’ yang tidak bisa dengan mudahnya untuk didekati. Karenanya, dia menantangku untuk bisa mendekati sosok ini.

Aku memulai pertaruhanku dengan mengiriminya pesan singkat. Namun, seharian tidak ada balasan. Aku mulai merasa bahwa temanku mungkin benar, sosok ini tidak mudah untuk didekati. Aku ingin mengirimi pesan singkat lainnya, tapi aku tidak mau terlihat menjengkelkan. Aku tahan keinginanku, aku berusaha bersikap normal. Tapi, setelah dua hari tanpa respon yang positif, aku pun mulai melupakannya. Aku mulai berpikir, untuk apa bertaruh? Toh temanku tidak akan memberiku apa-apa.

Ternyata, pertaruhan itu belum menemui akhirnya. Tepat di hari dimana aku berpikir untuk melupakan pertaruhan, sebuah pesan singkat tiba. “Aah DIAAA..!” Diluar dugaan, dia sangat ramah. Bahkan saat aku mengajak bertemu pun, dia menerimanya. Sambil mengepalkan tangan aku berucap, ‘Yesss’.

Kafe ‘I Love You’ di utara kota Bandung menjadi tempat dimana aku dan dia pada akhirnya bertemu. Banyak hal yang tidak kuduga sebelumnya, seperti aku yang menjadi gugup dan salah tingkah saat bertemu dengannya. Entah mengapa, sekejap saja dia membuatku kagum. Selain karena parasnya, caranya berbicara dan berpakaian membuatku menjadi kehabisan kata-kata. Di dalam hati aku berbisik, pantas saja temanku begitu tergila-gila dengannya, karena kenyataannya dia memang sangat mempesona. Hari itu aku telah menang taruhan. Tapi, aku justru menjadi tidak peduli lagi dengan taruhan itu. Berkesempatan bisa bertemu dengannya sudah lebih dari sekedar memenangi taruhan.

Hari-hari selanjutnya, aku dan dia pun menjadi semakin akrab. Aku sungguh merasa nyaman di setiap saat bersamanya, sosok yang sempurna. Aku pun merasa yakin bahwa pencarianku telah menemui akhirnya. Dia lah pasangan jiwa yang selama ini aku cari, sesuai dengan semua kriteriaku. Bahagia rasanya, terutama saat dia mengucap kata cinta kepadaku. Asa dan harapku pun melayang tinggi ke angkasa. Hari-hari menjadi seperti cerita yang kulihat di film Romeo & Juliet. Aku jatuh cinta padanya. Rasa yang melebihi apa pun, tidak terlukiskan indahnya.

Puluhan purnama bersamanya, berharap ini untuk selamanya, namun sekejap saja hatiku terjatuh!

Saat dia berpaling dariku, memilih jalan yang baru tanpa aku. Tiba-tiba saja tanganku tak bisa lagi meraihnya. Aku sudah berlari, namun terlalu cepat dia menghilang, tak bisa kuraih. Sakit rasanya, sakit sekali. Dadaku terasa sesak, tidak mau menyadari kenyataan, aku masih percaya impian. Tentang taman cinta bersamanya. Sakit sekali..

Hidupku, terasa hampa tanpanya. Melewati purnama malam, waktu demi waktu, membuatku mulai tersadar. Dia, yang selalu kupuja dengan cinta sudah tidak ada lagi disini. Aku pun bisu, beku dan sediam dinding.

Kesedihan membuatku semakin dewasa. Menyadarkan kekanak-kanakanku akan mimpi sosok yang sempurna. Tidak ada yang salah dengan bermimpi, tapi aku merasa dangkal dengan penilaianku akan sosok yang sempurna.

Hidup begitu jemu dan sepi, sampai ketika sesosok lain datang dengan senyuman. Wajahnya, boneka India. Mata polosnya menoleh kesana kemari, menunggu kata pertama dari mulut bisuku. Belum tahu, kalau hatiku sudah mati. Seperti tanpa lelah, tidak ingin melihatku bersedih. Berharap melihatku tersenyum, segala upaya dia lakukan, termasuk saat bertingkah seperti layaknya orang gila. Konyol sekali jika mengingat tingkah lakunya, namun karena itu lah aku kembali tersenyum dan percaya bahwa hidup bukan untuk dipenuhi kesedihan. Perlahan, aku pun mulai menyadari, sebentuk cinta darinya yang sederhana. Cinta yang tidak berlebihan dan apa adanya, cinta yang jujur.

Dulu aku pernah lupa, bahwa kita semua adalah mahlukNya yang sudah sempurna, termasuk dia yang berpakaian kekurangan, yang tidak pernah memberiku janji apalagi harapan. Memang sederhana, tapi karena itu lah hari-hari dalam hidupku menjadi sempurna. Hari-hari yang penuh keceriaan, hari-hari yang tidak pernah membosankan, karena esok tetap dijaga menjadi misteri.

Dia adalah hal yang baru dalam hidupku, yang menunjukkan bahwa cinta yang indah itu.. cinta yang sederhana.

LAGU DAN VIDEO “AKU INGIN SELALU MENCINTAIMU”


author: Passionizme

Aku Ingin Selalu Mencintaimu (AISM)

Jadikan lagu ini menjadi nada sambung pribadi di handphone kamu:
Ketik RING<spasi>SUB<spasi>2318090 Kirim ke 1212 (Telkomsel/Flexi)
Ketik SET<spasi>063490699 Kirim ke 808 (Indosat)
Ketik RING<spasi>10905897 Kirim ke 1818 (XL)
Ketik RING<spasi>2318090 Kirim ke 888 (Esia)
Ketik RINGGO<spasi>SET<spasi>421809041 Kirim ke 2525(Fren)
6.0/63votes
Voting statistics:
RatePercentageVotes
6100%3
50%0
40%0
30%0
20%0
10%0
Click to share thisClick to share this