History of Passionizme | band yang lahir karena mimpi

Passionizme adalah sebuah band independen asal Bandung yang memulai perjalanannya pada April 2003. Saat itu, Devay (drummer) masih tergabung bersama band satu kampusnya di ITB bernama Bon Jonny. Berawal dari ajakan Devay, Fahry bergabung karena ketertarikannya untuk membawakan lagu-lagu Classic Rock. Memang saat itu lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu Classic Rock seperti Van Halen, Bon Jovi, Guns n Roses, Mr. Big dll. Namun karena kesibukan di antara beberapa personil saat itu dalam mengerjakan skripsi membuat perjalanan band hanya dilakoni oleh Devay dan Fahry.
Menjalani band dengan hanya 2 orang terasa kurang pada saat itu sehingga beberapa personil baru masuk namun tidak pernah bertahan lama. Barulah pada tahun 2004 Hendra (vocal), Arie (bass), dan Ramon (keyboard) resmi bergabung untuk kemudian membentuk sebuah band bernama reFresh. Selama setahun perjalanan reFresh diwarnai oleh beberapa kali aksi panggung dan puncaknya terjadi ketika pada tahun 2005 berhasil menjuarai festival band yang diselenggarakan oleh Universitas Maranatha. Menjuarai festival musik dengan membawakan lagu-lagu Classic Rock membuat reFresh berhak menjadi band pembuka untuk konser Seurieus Band saat itu. Visi untuk melangkah lebih jauh dengan menekuni band lebih serius pun mulai dipancangkan, beberapa lagu diciptakan. Namun perjalanan reFresh pun kandas lagi-lagi karena kesibukan beberapa personil untuk menyelesaikan skripsinya. Kembali hanya Devay dan Fahry yang harus mengarungi perjalanan band berdua.
Tidak lama setelah bubarnya reFresh di pertengahan tahun 2005, Henry (vocal), Helmi (bass), dan Julio (keyboard) bergabung untuk kemudian membentuk band baru bernama Metropolis. Tetap dengan membawakan lagu-lagu Classic Rock, Metropolis pun beberapa kali melakukan aksi panggung. Terbentur pekerjaan yang menuntut hijrah ke luar kota, saat itu menyebabkan Henry (vocal) dan Julio (keyboard) mengakhiri karirnya di Metropolis. Namun Helmi, yang juga adalah adik kandung dari Devay, tetap bertahan di Metropolis.
Di tahun 2006, Ijal (gitar) dan Nova (vocal) bergabung untuk kemudian membentuk band baru yang dinamakan Passionizme. Nama Passionizme ditemukan oleh Devay dan memiliki makna di dalamnya. Passion adalah sebentuk energi. Seperti terukir di logo Passionizme yang dilambangkan dengan “api”. Api Passionizme adalah api yang menerangi kegelapan, api yang membakar semangat, sekaligus juga api yang memberi kehangatan seperti cinta. Isme adalah suatu pengaruh. Pengaruh yang akan disebarkan lewat lirik dalam lagu-lagunya. Terbentuknya Passionizme merupakan harapan untuk memberikan sesuatu yang berbeda bagi pendengar musik di Indonesia. Bukan hanya untuk menghasilkan lagu-lagu yang enak untuk didengar, tapi lagu-lagu yang memiliki jiwa dan pesan di dalamnya yang bersumber pada kenyataan dan harapan.
Akhirnya, di tahun ini Passionizme pun memulai untuk menggarap lebih serius lagi beberapa lagu ciptaan sendiri dan membuat demo song. Dalam perjalanannya, Ijal (gitar) memutuskan untuk berhenti berkarir bersama Passionizme karena mulai berkeluarga. Kehilangan Ijal membuat Passionizme terus berburu seorang gitaris atau seorang keyboardis. Melalui Nova, Denny yang adalah pemain keyboard akhirnya masuk ke dalam Passionizme pada tahun 2007. Di tengah perjalanan, Nova yang saat itu berposisi sebagai additional vocalist akhirnya diganti oleh Rangga. Bersama Rangga, Passionizme sempat melakukan 4 kali rekaman. Di tengah perjalanan, kesibukan Rangga yang juga bekerja sebagai model membuatnya hengkang dari Passionizme pada tahun 2008.
Selama kurun waktu kurang lebih satu tahun, Passionizme tidak memiliki vokalis. Namun kegagalan di masa lalu untuk membentuk band yang kuat tidak pernah sedikit pun mengurangi semangat Passionizme untuk terus menggarap lagu-lagunya. Pada pertengahan 2009, melalui Meidi yang adalah seorang MC dan juga manajer beberapa band indie, Devay berkesempatan untuk melihat aksi panggung beberapa band di acara live music di Braga, Bandung. Di sanalah Devay untuk pertama kalinya melihat dan mendengar Ari bernyanyi. Ari yang saat itu membawakan beberapa lagu Classic Rock membuat Devay langsung tertarik untuk mengajak Ari mencoba melakukan rekaman dengan lagu-lagu Passionizme. Ari pun resmi bergabung dengan Passionizme di tahun itu dan Passionizme pun akhirnya memiliki skuad yang lengkap. Ari di posisi Vokal, Denny pada Keyboard, Helmi pada Bass, Fahri pada Gitar, dan Devay pada Drum. Akhirnya, tanggal 27 Oktober 2010, proses panjang rekaman, mixing dan mastering untuk sepuluh lagu pun rampung. Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, akhirnya Passionizme secara resmi melakukan launching album perdana dengan judul “Mimpiku Setinggi Langit Ketujuh” pada hari Senin, 22 November 2010, di Bandung.
copyright © Passionizme 2011


















sangat mengapresiasi sekali kehadiran band passionizme ini, memberikan nuansa yg sangat berbeda dengan band-band kebanyakan saat ini. Mendengarkan lagu2 mereka seperti kita bagian dari musik itu sendiri. saya yakin band ini akan menjadi sejarah musik Indonesia. maju terus, kalian sudah tidak perlu membuktikkan apa2, tinggal menunggu saja….selamat berkarya terus.